03 September 2016

Level pada Sudoku

Easy, clue >80%, spekulasi <20%

Medium, clue >=60%, spekulasi <=40%

Hard, clue <=40%, spekulasi >=60%

Ekstrem, clue <20%, spekulasi >80%

sedang berada di level manakah (hidup) anda?

11 Agustus 2016

Langit yang Tenang

dia terkesan diam namun bergerak
dinamis serta disiplin pada temponya
dia selalu ada setiap waktu
baik siang ataupun malam

sumber pencarian inspirasi kali ini
berakhir pada sang langit
biru putih saat terang dan jernih ketika kelam
padanya ketenangan, saat mata ini terpejam

10 Agustus 2016

Mereka Melihatmu Berkembang ( Peluang Diluar Rencana )

(setahun dua bulan dua belas hari) yang lalu, di sebuah kedai kopi -setarbak- di bilangan jakarta pusat, aku yang kebetulan ngumpul dengan beberapa kolega terkait pekerjaan, ada janji tambahan dengan teman lama yang menyodorkan tawaran, pilihan yang tiba2 datang ketika aku tidak siap, saat dimana diri ini merasa perlu 'bertahan' tanpa memegang alasan, pelajaran berharga buatku pribadi, berikut kutipan perbincangan kala itu (sorry jika tidak persis seperti obrolan aslinya karena beberapa faktor --well, you know lah-- termasuk karena ingatanku yang semakin rapuh #wkwkwk), semoga bermanfaat buat yang mau baca

a. kim, gue mau ada kerjaan di-'luar', elu mau ga? salary-nya se-'gini' sebulan, kontrak setahun, extendable :) depend on your attitude and work results, gimana minat ga?
b. --aku bengong cukup lama antara ga percaya sama bingung-- walah ini serius ini om? ane kira kerjaan di negara kita dan ente perlu tim, ane bisa lah cariin, lha kalo kaitannya sama ane pribadi dimana ane musti cabut dari kerjaan sekarang, ane kok malah jadi bingung :|

a. kerjaannya gampang deh, entar elu cukup monitoring -network- trus bikin report-nya buat gue, bla bla bla, elu bisa lah
b. --aku diam sembari masih bingung dan sedikit masih ingin terlena dengan selebrasi support pekerjaan yang baru saja selesai--

a. gimana kim? minat? atau perlu waktu untuk berpikir? berapa lama elu perlu waktu? gue punya jadwal juga soalnya
b. bukan itu bro, jujur aja ane kaget dan masih bingung, tapi kalo boleh ane tanya ke ente, tawaran ini sudah pernah ente sampaikan ke temen2 yang lain belum?

a. belum, elu yang pertama dapat tawaran ini :)
b. lantas, kenapa harus ane?

a. sejauh ini gue sering muter2 ketemu orang2 yang kebetulan kenal juga sama elu (toh dulunya -dan sampe sekarang masih- temen gue juga), sedikit banyak gue akhirnya tau elu orangnya gimana dan hasil kerja elu kek apa, disisi lain secara tidak langsung gue merhatiin elu di medsos meski gue sering pasif dan hanya ngelihat, dan beberapa sudut pandang lain yang akhirnya menyimpulkan kalo elu 'pas' buat pekerjaan ini
b. wow, trims atas upayanya mau mengenal ane lebih jauh --disini aku mulai mencari2 excuse yang sifatnya riil meski sebetulnya tidak perlu dilakukan :p-- tapi kan ente tahu kalo ane cuman lulusan 'esemka', bahasa inggris ane juga 'seadanya', dan banyak kekurangan2 ane yang lain

a. udah deh kim, elu cukup jawab 'bersedia' atau 'tidak bersedia' sisanya gue yang urus, bahkan elu ga perlu bikin curriculum vitae, dsb, cukup urus visa, kalo udah kelar langsung berangkat, selebihnya gue bantu omongin ke HRD atau subcon gue, gimana?
b. keknya ane perlu waktu untuk jawab bro, sebentar yes

--aku mikir sesaat, mencoba berhitung dari sudut angka, effort, status sosial, kesempatan, kesiapan, dan banyak hal lainnya. di deret bangku seberang, temenku ngobrolin hal lain dengan kolegaku--

b. bro, keknya ane ga bisa, mmm maaf, maksud ane, ane tidak bersedia, bukan karena ane ga perlu duit, bukan juga karena ane ga tertarik dengan tantangan pekerjaan dari ente, tapi karena sekarang ini ane masih pengen bertahan dulu, dan juga anak ane baru mau masuk 'esde' masa dimana dia perlu sosok ane dari dekat, jujur ane sampe saat ini bersyukur karena ente nganggep ane 'cukup mampu', that really means a lot for me, bro :)

a. ok siap kim, gue ngerti jika elu tidak bersedia, mungkin lain waktu, lain pekerjaan, lain kesempatan, ok kalo gitu gue cabut dulu ya, ada komitmen sama calon client lain gue deket sini
b. ok siap, makasih banyak teman, until next time :)

**jabat tangan**

semoga setiap dari kita bisa menjadi pribadi yang selalu berusaha untuk lebih baik, amin

06 Agustus 2016

Perlahan

a. gimana progres pondasi?
b. masih jalan, rugi gue tahun ini lantaran tebakan meleset, haha

a. lho kok bisa?
b. ya gitu deh, banyak ketemu kayu tua, terpaksa diambilin dan ditimbun supaya padat dan aman kedepannya

a. tapi keknya lancar2 aja, cem mana caranya?
b. kayu-kayu tuanya bisa dijual tahunya, bantu operasional lah meski ga banyak, mayaaan, wkwkwk

a. set dah, elu tuh ya, trus pagar apa kabarnya?
b. lagi dirakit juga noh, keknya lama, sembari belajar sih #sigh ... itupun bahannya ga semua baru, lumayan ngirit dikit

a. dinding? atap? jendela? kanopi? teralis?
b. oi oi oi, elu apaan sih, entar dulu, nikmati dong prosesnya dari bawah, step by step kalo kata orang berdasi, maen nyosor aja luh

a. gue penasaran tau ini nanti kek mana hasilnya
b. jiaahhhh, kalo penasaran kenapa ga nyoba ndiriiiii

srupuuutttt

03 Agustus 2016

Jodoh

ketika dulu Mac dan Win berjalan masing2 dan saling bersaing, meski kenyataannya mereka mengambil segmen konsumen yang berbeda, banyak sekali kontroversi yang mengiringi perjalanan mereka berdua, Mac mengaku sempurna, sementara Win berdalih lebih mudah digunakan, masing2 berpegang pada persepsinya

hingga akhirnya mereka bisa berjalan beriringan, tidak saling menjatuhkan, tapi sebenar2nya memberikan pilihan kepada pengguna sesuai dengan kemampuannya

mirip pencarian jodoh, tidak ada calon jodoh yang sempurna, karena kesempurnaan hanya akan terjalin ketika dua jiwa bisa berjalan ke arah yang sama, saling mengisi juga saling menorehkan cerita bersama2

kalo ngaku udah sempurna, ya wes jomblo aja sampe modar gapapa ;) #OraMekso

Para Pendiri Pondasi

sejarah -yang ditulis- banyak yang bergeser pada cerita sebenarnya, luputnya pencatatan sebagai bahan dasar pembelajaran untuk generasi selanjutnya sering berulang seperti halnya 'de javu' berulangnya cerita2 itu sendiri

berbagai unsur kepentingan dijadikan dasar ketika sebuah cerita akan dibuat, dengan disisipkan pendapat pribadi dan juga imajinasi dari penulis itu sendiri

entah berapa banyak pelaku sejarah yang tidak ikut diceritakan pada 'buku cerita' yang ada, mereka hampir tak bisa merubah apapun didalamnya kecuali berdamai dengan pikirannya sendiri

pondasi akan selamanya tertutup terhias lantai dan dinding, kokoh atau tidaknya pondasi hanya bisa dijawab oleh waktu, saat dimana lantai terkuak dan dinding itu roboh

Mengoper Bola

a. bro, gue ada minibus mau ganti ban? bantuin ya? termasuk budget pekerjaan elu kan?
b. ok siap, iye

... ban sudah terpasang, kemudian ...

a. loh bro, kok ban-nya vulkanisir sih? ga cocok lagi
b. emang kemaren elu bilang minibus elu merk/tipe apaan? emang lu bilang juga spek ban lu cem mana?
a. loh tapi bro, elu kan harusnya udah tahu yang biasa dilakukan
b. matamu lah bro

sudut pandang itu perlu disamakan, kadang harus duduk -secara fisik- bersama2 supaya persepsi bisa sama persis, namun karena satu dan lain hal dan kurangnya waktu/kesempatan akhirnya ditempuh percepatan

sayangnya, kecenderungan pemakaian kata 'biasanya' masih acap kali terjadi, well, ayuk main bola lah kalo begitu

31 Juli 2016

Ide Ngawur

tiba2 kepikiran sebuah sistem bisnis yang siap berkembang, apapun kondisinya, bukan selalu dipaksa adaptasi

memang tidak mudah, tapi yakin bisa, sekarang bisa jadi ini hanyalah dongeng, waktu yang bisa jawab apakah dongeng ini bisa diwujudkan atau tidak

a. gimana dengan nyinyir-ers bro?
b. tidak sekarang, akan ada saatnya nanti ;)

29 Juli 2016

Coba Dulu

a. kenapa ente nyoba ternak kambing?
b. ane seneng denger cerita, sekaligus suka bercerita, kebanyakan nganggep cerita ane omong kosong -- dan tidak ada yang salah dengan itu -- karena kebanyakan ane rasain sendiri, kambing sebatas pembuktian terbalik supaya tidak dianggap omong kosong lagi

a. emang yakin sama hasilnya?
b. yakin sih pasti, tapi hasilnya gimana bukan kuasa ane, yang ane tahu ane wajib berusaha

a. nilai lainnya?
b. rasa ingin tahu ane ga bisa ane kekang, harus dijawab dengan perbuatan, mungkin cara ane tidak sempurna, paling tidak ane udah punya arah

niat baik, ucapan baik, saran baik, belum tentu diterima dengan baik, harus mencoba dulu baru berucap, akal sebagian besar dari kita memang cenderung berpikir logis, lebih mudah percaya ketika disuguhkan bukti nyata di depan mata (bahkan ada juga yang baru percaya jika sudah mengalami sendiri)

one thing for sure, i want to be DO-er (while i was TALK-er in the past #BigSmile)

Nikmat

a. nikmat apa yang elu dapat hari ini?
b. antar-jemput sekolah anak gue, pas pulang kerja sekalian jemput dia ngaji di masjid

a. emang apa yang elu cari dari itu?
b. gue pengen melihat anak gue tersenyum, dan dalam senyumnya dia tahu kalo gue ada buat dia

a. simpel bener ya idup elu?
b. mau cerita yang rumit? banyaaakkk, wkwkwk

#TetapBersyukurLebihBaik

28 Juli 2016

Rumongso

pada era seperti sekarang, hampir semua informasi harus dilandasi dan dapat dibenturkan dengan data dan fakta, sudah mulai jarang sekali yang menjadikan 'rasa' sebagai salah satu unsur pertimbangan -- padahal sejatinya kita juga punya hati, tidak hanya akal atau logika -- yang perlahan membuat hati 'mati rasa'

hidup seharusnya sederhana, 'merasa' salah ya sadar diri mundur, ketika benar ya tetap membuka jalan kritik agar tidak jumawa

seperti halnya kopi yang selalu menyuguhkan rasa -- apa adanya -- ketika dinikmati, sroepoeoettt ...

Harapan di Masa Tua

siang itu teriknya luar biasa, aku memarkirkan motorku agak jauh dari gerbang sekolah biar ga ribet ngeluarinnya, maklum parkiran udah pada numpuk dan lalu lintasnya cukup padat

"belum keluar lagi pak?" sapaku mencoba ramah kepada seorang bapak tua yang sering kulihat konsisten antar-jemput cucunya, "bentar lagi keknya" jawab sang bapak, tanya-jawab sekali itu saja yang bisa kulakukan, maklum otak ini cenderung sulit mencari bahan obrolan2 yang sejenis

sekilas tiba2 terpikir dalam benak, beberapa tahun mendatang mungkin seperti itu juga yang akan kulakukan, antar-jemput cucu sekolah sebagai bentuk mengisi waktu agar bermanfaat, disisi lain usaha kambing/sapi yang sudah berjalan baik, ah betapa indah dan begitu tenangnya

... *kreekkkkk* tiba2 terdengar suara pagar gerbang sekolah, merusak kilasan akan masa depan ini #asemmm ...

**moga aja bocah2 ini bisa segera nikah ketika sudah mampu, tentu saja, pilihan mutlak di tangan mereka
**siap2 kena ceramah masalah rokok, kurang istirahat, minim olahraga, dsb

27 Juli 2016

Solo Player

dikatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, dan saya sangat setuju dengan pendapat ini, karena mustahil kita bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan kita jika sendirian

namun, seiring dengan perkembangan jaman, ada semacam pola 'grouping' dimana dilekatkan unsur ekslusifitas dengan dalih 'sosial' tadi, sebagiannya memang ditujukan pada itikad baik, sedang sebagiannya lagi ada pamrih kepentingan yang dipermak sedemikian rapi

kondisi ideal antara sisi pribadi dengan sosial sifatnya relatif, bervariasi satu dengan lainnya karena faktor beragam, kita dituntut siap menjadi bagian dari sosial namun juga tidak takut ketika harus berjalan sendiri

kita mungkin menemukan kawan satu tujuan meski lain perjalanan, mungkin juga kawan pada perjalanan yang sama dengan arah berbeda, nikmati saja dengan bekal niat baik dan prasangka yang juga baik

Berdamai dengan Hati

orang lain boleh menjatuhkanmu berkali-kali, tidak untuk terjatuh kemudian diam, tapi kembali bangkit dan tersenyum, bukan untuk melawan mereka, tetapi berdamai dengan dirimu sendiri, sebuah kerelaan, sebuah keikhlasan, katakanlah 'aku baik2 saja', karena sejatinya ini hanya tentangmu dan dirimu

Sesal, Sosok Memuakkan

saat dimana sesal itu datang, hampir selalu membuat hati ini sesak, sulit menerima, tanpa bisa melakukan apa2

entah berapa banyak hal itu terjadi, entah kenapa cukup sulit menjadikannya pelajaran, seperti tidak mudah percaya sebelum hal terburuk terjadi, bahkan cenderung acuh tak siap menghadapi, terlena akan kondisi terbaik yang direncanakan

semoga kian hari semakin banyak hikmah yang kita dapat, dengan merasakan, tanpa harus ikut mengalami, atau menjalani, dengan berempati menyerap keadaan dan menyesali hal sebelum terjadi, semoga kelak hanya akan ada senyum di hati kita, amin

25 Juli 2016

Something that Keep Moving

saya suka progressive rock, musik yang cenderung 'bergerak' tidak monoton pada baris notes-nya, sesuatu yang sifatnya cair dan mudah mengalir, hal dinamis yang tidak mudah membosankan

dulu sekali sih awalnya saya suka melayu yang mendayu2, kemudian metal hingga perlahan menanamkan rasa 'brutal' tanpa saya sadari, dan berjalannya waktu saya menemukan playlist winamp di komputer teman kost yang beberapa lagunya berjudul 'another day' dan 'surrounded', aneh awalnya ketika mendengarkan lagu ini, tapi karena hampir setiap hari terus2an akhirnya suka, berlanjut mulai suka sama semua albumnya

pada sisi berbeda dimana saya 'hidup', seperti halnya selera lagu yang saya dengarkan, dulunya hidup saya cenderung ingin mencari pola yang sifatnya 'exact' dan statis untuk kemudian berulang, teruuusss hingga ajal menjemput, tapi di tengah jalan saya menemukan adanya unsur yang membawa ke arah dinamis, serba berubah dan saling terkait, sebagian pola-nya berulang, tapi tidak 'persis', ada perbedaan aktor/background/dsb

mungkin jika saya tidak menemukan perubahan perspektif ini, bisa saja hidup saya mudah sekali mendapati titik bosan, saya bersyukur selalu berhadapan dengan dengan banyak hal yang 'cenderung bergerak' dan menguras energi agar mengikuti perubahan yang ada, sesuatu yang akhirnya mengaburkan 'kebosanan hidup' dan mudah tersenyum menyongsong tantangan di depan

Me, MySelf, I

"siapakah kamu?", tanyaku pada kawan, di sebuah kedai kopi sore itu, dia kaget seraya menjawab "maksudnya?" sambil mengangkat kedua bahunya tanda bingung akan pertanyaan ini

tak biasanya memang kami membahas topik semacam ini, lebih sering bahas yang 'sekedar fun', pekerjaan masing2, atau apapun yang sifatnya membuang waktu saja

kulanjutkan ceritanya dari sudut pandangku

pada sebuah perspektif yang kupahami, kita punya beberapa sisi, menurutku ada 3, yaitu
1. Me, bagian berupa sebuah 'hati' dan 'akal'
2. My Self, bagian berupa 'nafsu' dan 'akal'
3. I, bagian berupa 'perilaku'

aslinya kita semua ini diciptakan dalam keadaan 'baik', namun karena adanya HAK untuk memilih, perilaku kita bisa berbeda, tergantung pada hati, akal dan nafsu ketika kita memilih

#sruputtt

23 Juli 2016

Bagaimana Jika, Semisal, Andai Saja, Coba Kalau

frasa2 bodoh ini akrab sekali denganku -- dahulu kala -- kata2 buaian yang seketika membuat cangkang sempit tanpa kusadari

"coba saja kalau dulu proyeknya berhasil, pasti aku ..." itulah kalimat pembuka curhat kawanku siang itu, kunyalakan rokok dan mencoba memahami ke arah mana pembicaraannya kali ini, hingga akhirnya dia menghela nafas panjang yang aku artikan -- mau tidak mau kegagalan ini harus diikhlaskan --

tiba2 aku teringat, ketika -dulu- pernah mendapati beberapa peluang -- too good to be true -- yang begitu membutakan akal dan memberikan jalan luas pada nafsu, yang hasilnya kosong, nihil tanpa hasil, dimana aku belajar bahwa 'terlalu mudah' itu tidak ada, kecuali kenyataan dalam angan, tidak lebih dari desiran angin laut pada mimpi

kutatap mata kawanku, "pernahkah kamu bayangkan gimana keluargamu sekarang ketika dulu proyekmu itu berhasil? akankah kamu tetap menyayangi mereka seperti sekarang ini?", kawanku menganggukkan kepalanya perlahan berkali2 tanpa dia paham

adilnya Tuhan memang seringkali sulit diterima akal kita, terlalu banyak faktor yang luput dari unsur nominal yang sering kita jadikan acuan dalam berhitung, tapi ketika bisa ikhlas menerima -apapun- hasilnya dan bisa mengambil hikmah didalamnya, insya Allah kita bisa menatap masa depan lebih yakin

22 Juli 2016

Persetan dengan Hasilnya

dulu kita sering bercerita, betapa sempurnanya mimpi kita kala itu, begitu hebatnya angan2 semu itu, hingga membuat kita sering lupa daratan, disibukkan membahasnya tiada habis, tempat berlari sejenak dari penatnya hidup -masing2- yang harusnya kita tata perlahan

ngeri memang mimpi itu, membuat kita seakan ingin terus terlena dalam halusinasi dan tak ingin menjejakkan kaki pada dunia yang seharusnya

keadaan berubah, kita akhirnya menempuh jalan yang berlawanan, kamu teguh dengan anganmu, sementara aku memilih langkah dalam kesendirian, namun kita tetap berteman

sesekali waktu kita bertegur sapa dan kamu meledekku menanyakan hasil dari pilihanku, --persetan dengan hasilnya kawan-- pekikku dalam hati, aku mengalihkan jawaban dengan tawa, biarkan saja aku sibuk dengan prosesku, begitupun kamu dengan urusanmu

semoga kelak kita sama2 sadari bahwa kita tidak salah pilih, good luck for us all

Akan Terjawab Nanti

kita -manusia- punya ego, yang cenderung ingin selalu menang, ingin didengar, dsb. pada satu sisi ini adalah hal baik, agar selalu terdorong ke arah lebih baik, namun tak dapat dipungkiri ego tanpa diimbangi kesabaran justru akan menjerumuskan, biasa diawali dengan ketergesaan

dalam setiap hati kita ada rasa yakin, istilahnya PEDE --percaya diri-- yang sudah melekat menjadi salah satu fitrah kita diciptakan

dengan rasa yakin, kita bisa menerawang langkah kedepan, tentunya dengan adanya persiapan, perencanaan, pertimbangan, perhitungan, dsb. mudah jika kita hanya melangkah menjalaninya sendiri. namun akan berbeda jika hal yang ingin kita capai membutuhkan sebuah tim, beberapa orang, tidak satu kepala, yang niscaya perbedaan persepsi ikut mempengaruhinya. perlu ada kejujuran, komitmen dan juga empati, tidak lupa diperlukan juga positif thinking agar tetap bisa fokus pada satu titik, yaitu solusi

temans, rasa yakin itu bukan dipertanyakan untuk kemudian diperdebatkan, tapi diberikan kesempatan dan waktu agar bisa berjalan dulu seraya membuktikan dirinya. persiapkan dirimu, ini bukan lagi tentang kamu melainkan kita

aku siap, kamu?