25 Agustus 2009

(The Quest) What's Your Expertise?

Sudah beberapa hari (baca: minggu) aku ikut salah satu milist profesional telco-engineer yang tergolong aktif (sehari minimal ada yang kirim 1 posting) dan hampir selalu related to telco, jarang ditemui oot. Ternyata pas melihat diri sendiri kok rasanya aku ga punya expertise di salah satu bidang pun. Hiks, patetic bener rasanya, ilang sudah pede yang selama ini menjadikanku bangga, seakan-akan yang (hampir) setiap hari aku ingin minta gaji double ga ada dasar yang kuat. Hanya mengandalkan ilmu troubleshoot (on site) ternyata tidak bisa dijadikan patokan untuk mengajukan 'expected salary' di perusahaan manapun / di offering job apapun, tetap saja derajat formalitas (ijazah pendidikan) dan pengalaman yang bisa bicara banyak, dan aku sama sekali belum mumpuni untuk 2 hal wajib ini, hiks. Sangat2 disayangkan. So, what's your expertise ? (Asking to myself), none afterall :(

15 Juli 2009

Perbedaan UPS dan Rectifier

Di pagi nan cerah hari ini tercetus obrolan dengan beberapa teman di tempat kongkow (baca: tempat kerja), yang diantaranya menghadirkan pertanyaan sbb :
1. Beda UPS dan Rectifier apa sih ?
2. Kok keduanya dipakai untuk 'beban' yang sepertinya berbeda namun mirip ?
3. Apakah keduanya bisa saling menggantikan ?

Adapun jawaban (perkiraan) yang bisa didapatkan seperti ini :
1.(a) UPS hanya mempunyai voltase output dengan tipe AC, sedangkan untuk Rectifier output-nya ada AC dan DC
1.(b) UPS mengeluarkan arus yang kecil (karena faktor Ah baterai kecil), sementara Rectifier cenderung sengaja dibuat untuk mengeluarkan arus besar (menggunakan baterai dengan Ah besar)
1.(c) UPS disarankan max terpakai 50% dari total kapasitas, Rectifier sebaliknya bisa digunakan sampai dengan 80% (cmiiw)
1.(d) ketika terjadi Off pada source input, output UPS dan Rectifier AC (tidak termasuk output DC) cenderung mengalami flicker beberapa milisecond karena pemindahan soft-selector mengarahkan ke inverter di dalamnya, DC tidak mengalami kendala karena langsung bypass dari baterai
2. UPS digunakan sebagai secondary power source perangkat dengan arus kecil, sementara Rectifier mencatu perangkat dengan arus besar
3. UPS bisa digantikan dengan Rectifier AC (dengan hitungan MCB dan penggunaan kabel jumper yang tepat), namun UPS tidak dapat menggantikan Rectifier

Any other opinions? Pls komen-nya :)

05 Mei 2009

(Menyembuhkan) HP yang 'Nyemplung' ke Air

Barusan browsing-browsing dan tidak sengaja mampir ngebaca status fesbuk salah satu temen yang isinya 'hp rusak nyemplung ke air' jadi menggugah otak ini untuk segera posting tutorial sederhana untuk mengatasi masalah ini (sesuai dengan yang sudah [sangat] sering saya alami :D hihi)

****
Catatan khusus :
A. Tutorial ini tidak berlaku ketika hp anda ternyata nyemplung/ terkena cipratan AIR LAUT (karena unsur garam didalamnya yang mempercepat proses karat pada komponen HP anda), air hujan masih bisa asal dilakukan secepatnya.
B. Tidak disarankan menggunakan hairdry-er dalam proses pengeringan.
C. Sudah pernah dicoba juga dalam proses pengeringan mesin printer akibat terkena air minum (teh) dengan hasil sukses.
****

Bahan-bahan :
1. HP yang telah dengan sukses kecemplung air (ya iya laaah :p).
2. Plastik atau toples (dengan tutup) yang ukurannya mencukupi untuk menampung HP anda.
3. Silica secukupnya (yang berupa bungkusan berisi pasir/ butiran berfungsi mengurangi kelembaban, dan biasanya disertakan dalam kardus modul perangkat).
4. Kesabaran.

Berikut step-by-step 'penyembuhan' -nya :
1. Segera lepas tutup baterai, baterai, casing (bila memungkinkan, tapi tidak wajib), dan simcard (sementara gunakan HP lain, bila ada).
2. Buka/ robek bungkus silica, masukkan ke dalam plastik/ toples yang sudah disiapkan, dilanjutkan dengan memasukkan HP, baterai, casing, kemudian tutup rapat plastik/ toples tersebut.
3. Biarkan selama 24 jam.

*cmiiw*

Selamat mencoba :)

04 Mei 2009

Membersihkan Call Logs pada Blackberry

Apakah anda (pernah) ingin membersihkan 'call logs' pada handheld blackberry anda dalam satu kali proses (tidak delete nomor pada call logs satu-per-satu) ???
Jika iya, silahkan ikuti tips sederhana berikut ini :

A. Langkah Pertama
-- 1. Masuk pada menu 'Messaging'
-- 2. Klik tombol 'BB'
-- 3. Pilih 'View Folder'
-- 4. Pilih folder 'Phone Call Logs' 'Missed Calls'
-- 5. Tekan huruf 'T' (top)
-- 6. Klik tombol 'BB' (lagi)
-- 7. Pilih 'Delete Prior'
-- 8. Akan muncul pertanyaan/notifikasi 'Delete all prior items?'
-- 9. Pilih 'Delete'

B. Langkah Kedua
-- ikuti Langkah Pertama urutan 1 s/d 3
-- 4. Pilih folder 'Missed Calls'
-- ikuti Langkah Pertama urutan 5 s/d 9

Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat ;)

Sirkit Blok Saat Diduduki Call Traffic

Sesuai dengan judulnya, aku pernah menjumpai problem terkait dengan sirkit (circuits/timeslot voice) blocking saat ada call traffic ingin menduduki / melewati timeslot yang sudah ditentukan, dan ini terjadi diantara 2 buah jenis atau merk sentral/switching yang berbeda vendor/platform, yang satu sudah based-on 3G network (yang notabene punya kemampuan bisa handling IP dan TDM traffic) sementara yang satu lagi punya kemampuan mengolah TDM traffic saja. So ... to the point saja ya, beberapa hal yang sudah dicoba analisa diantaranya :

1. Cek kelurusan transmisi menggunakan BER Test pada salah satu titik terdekat dengan sentral/switching (misal: sentral A), dan loop fisik cable E1 ke arah BER Test di titik terdekat pada sentral B. Hasil BER Test OK, tanpa cacat. So ... suspect transmisi bisa dihapuskan dari daftar troubleshoot.

2. Mundur lagi, pada saat loop fisik cable E1 di sentral B, ternyata status port/DIU di sentral A sesuai dengan yang diinginkan (NCAR/No Carrier saat kabel dicabut, dan HOBB [hardware oriented block backward] saat loop dilakukan). So ... dapat dipastikan di sentral A tidak ada masalah dengan port/module-nya.

3. Mundur lagi, saat jalur transmisi diluruskan (pass-through), ternyata status trunk di sentral A menjadi NSYN (Not Sync), awalnya suspect di sisi signaling, ternyata setelah di-cek, signaling tidak ada masalah. So ... bisa dipastikan bahwa problem ada pada port/DIU/module di sentral B.
*** ternyata harus berantem dulu sama vendornya karena kekeuh pada pendapat masing2, ... hehe :p

4. Last action, ganti jumper cable, make sure lagi, reset module (hasil OK), ternyata masih kurang pe-de dan muncul ke-khawatir-an baru 'takut jika module-ya yang bermasalah' ... So, akhirnya ganti module yang 'suspect' problem dengan module yang tidak terpakai (alias nganggur) di sebelahnya. Foilaaa ... hasil maknyus dan langsung wokayyyy ;)

Catatan Khusus :
- kurangi / hindari mirror-ing cable / DDF antar shelter / gedung yang dapat mengurangi kualitas transmit sebuah Tx, karena ternyata semakin banyak singgah sebuah kabel pada DDF, nilai resistansi yang dihasilkan akan semakin besar, dan hal ini sangat mungkin menyulitkan cross-connect / troubleshooting yang dilakukan, karena hasil 'kurang pasti' -nya mengacaukan analisa yang silakukan.

Semoga bermanfaat, jika ada pertanyaan / ingin didiskusikan lebih lanjut perihal topik ini, silakan japri melalui email saya. Chyao !!